Feedback Type Comment/Opinion
Ease of Use Excellent
Layout and Presentation Excellent
Content Excellent
Usefulness Excellent
How did you hear about this site? Search (e.g. Google,Bing)
Overall Rating 5
Provide e-mail tourismid@mail.com
What do you like the most?
Lokawisata, lokasi wisata maupun objek wisata yakni sebentuk daerah rekreasi/tempat berwisata. Objek wisata bisa berupa objek wisata alam kaya gunung, danau, sungai, pantai, laut, ataupun berupa objek wisata desain semacam museum, benteng, situs peninggalan sejarah, dll.

Objek wisata yaitu segala sesuatu yang tersedia di daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik supaya orang-orang mau datang berkunjung ke daerah tersebut. Menurut SK MENPARPOSTEL No.: KM. 98/PW.102/MPPT-87, objek wisata adalah semua daerah maupun keadaan alam yg mendapati sumber daya wisata yang dibangun serta dikembangkan sehingga memiliki daya tarik serta diusahakan sebagai lokasi yg dikunjungi wisatawan.

Objek wisata bisa berupa wisata alam semacam gunung, danau, sungai, pantai, laut, ataupun berupa objek desain kaya museum, benteng, situs peninggalan sejarah, serta lain-lain.

Sebagai suatu gejolak sosial, pemahaman akan pengertian dari makna
pariwisata mempunyai melimpah definisi. Akan tapi dari acara penulisan tesis ini,
suatu sintesa berkenaan konsepsi serta pengertian “pariwisata” yang dibutuhkan sebagai
suatu tinjauan pustaka bisa dibatasi pada pengertian:
Menurut Kodyat (1983) pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat
ketempat lain, bersifat sementara, dilantaskan perorangan ataupun kelompok, sebagai
usaha menyelidik keseimbangan maupun keserasian serta kebahagian dengan lingkungan
dalam dimensi sosial, budaya, alam serta ilmu.
Selanjutnya Burkart serta Medlik (1987) menjabarkan pariwisata sebagai suatu
trasformasi orang untuk beberapa saat serta di dalam waktu jangka pendek ketujuan-tujuan
di luar daerah di mana mereka umumnya hidup serta bekerja, serta kegiatan-kegiatan
mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.
Sedangkan Wahab (1985) mendeskripsikan pariwisata adalah salah satu jenis
industri baru yang sanggup memproduksi pertumbuhan ekonomi yg cepat dalam
penyediaan lapangan kerja, ekskalasi penghasilan, standart hidup serta
menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainnya. Sebagai sektor yg kompleks,
pariwisata juga meliputi industri-industri klasik kaya kerajinan tangan serta cindera
mata, penginapan, transportasi secara ekonomi juga dilihat sebagai industri.

Selain itu pariwisata juga disebut sebagai industri yg mulai berkembang
di Indonesia sejak tahun 1969, ketika disadari bahwa industri pariwisata merupakan
usaha yang bisa menyodorkan keuntungan pada pengusahanya. Sehubungan dengan
itu Pemerintah Republik Indonesia sejak dini mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor
9 Tahun 1969 tanggal 6 Agustus 1969, menyebutkan bahwa “Usaha pengembangan
pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan industri pariwisata dan
merupakan bagian dari usaha pengembangan serta pembangunan dan kesejahteraan
masyarakat serta negara (Yoet, 1983)

Di di dalam pertumbuhan serta perkembangan industri pariwisata ini dapat
ditentukan bentuknya ke di dalam beberapa klasifikasi berikut ini:
1. Menurut asal wisatawan
Dilihat dari asal wisatawan, apakah asal wisata itu dari di dalam ataupun luar negeri.
Jika di dalam negara berarti bahwa sang pelancong ini cuma pindah lokasi sementara
di di dalam kategori daerah negerinya (pariwisata domestik), sedangkan andaikan ia
datang dari luar negeri dinamakan pariwisata Internasional.
2. Menurut akibatnya mengenai neraca pembayaran
Kedatangan pengunjung dari luar negeri adalah mengusung mata uang asing.
Pemasukan valuta asing itu berarti memberi efek positif mengenai neraca pembayaran
luar negara suatu yg dikunjungi pelancong ini disebut pariwisata aktif. Sedangkan
Universitas Sumatera Utara
Page 3
kepergian seorang warga negara keluar negeri mempersembahkan efek negatif terhadap
neraca pembayaran luar negeri negaranya ini dinamakan pariwisata aktif.
3. Menurut jangka waktu
Kedatangan seorang pengunjung di suatu wilayah ataupun negara diperhitungkan
pula menurut waktu lamanya ia tinggal di lingkungan maupun negara yg bersangkutan. Hal
ini membangkitkan kata-kata pariwisata jangka pendek serta jangka panjang, yang
mana tergantung kepada ketentuan-ketentuan yg berlaku oleh suatu negara untuk
mengukur pendek ataupun panjangnya waktu yang dimaksud.
4. Menurut jumlah wisatawan
Perbedaan ini diperhitungkan atas jumlahnya pengunjung yg datang, apakah
sang pengunjung datang sendiri maupun didalam suatu rombongan. Maka timbullah nama-
kata pariwisata tunggal serta rombongan.
5. Menurut alat angkut yang dipergunakan
Dilihat dari segi pemakaian alat pengangkutan yg dipergunakan oleh sang
wisatawan, maka katagori ini bisa dibagi jadi pariwisata udara, pariwisata laut,
pariwisata kereta api serta pariwisata mobil, tergantung apakah sang petandang tiba
dengan pesawat udara, kapal laut, kereta api maupun mobil.
2.3. Upaya Pengembangan Pariwisata
Menurut Suwantoro (2004), Upaya pengembangan pariwisata yg dilihat
dari kebijaksanaan didalam pengembangan wisata alam, dari segi ekonomi pariwista
alam akan bisa mewujudkan lapangan pekerjaan. sebenarnya pariwisata alam
Universitas Sumatera Utara
Page 4
memerlukan investasi yg relatif lebih besar untuk pembangunan prasarana dan
prasarananya. Untuk itu dipakai evaluasi yg teliti tentang acara pariwisata
alam tersebut. berjibun pendapat yang menuturkan bahwa pariwisata alam yang
berbentuk ekoturisme belum berhasil berperan sebagai alat konservasi alam maupun
untuk mengembangkan perekonomian. Salah satu penyebabnya yakni sulitnya
mendapatkan dana pengembangan kegiatannya. Pengelolaan kawasan wisata alam
banyak memakai dana dari penghasilan pariwisata dari petandang sebagai
mekanisme pengembalian bujet pengelolaan serta pelestarian aktivitas pariwisata alam
belum tercapai secara optimal.
2.4. Daerah Tujuan Wisata
Unsur pokok yang mesti mendapatkan perhatian guna menopang pengembangan
pariwisata di lokasi tujuan wisata yg menyangkut perencanaan, pelaksanaan
pembangunan serta pengembangannya meliputi 5 unsur:
1. Objek serta daya tarik wisata,
2. fasilitas wisata,
3. fasilitas wisata,
4. Infrastruktur,
5. Masyarakat/lingkungan.
1. Objek serta Daya Tarik Wisata
Daya tarik wisata yang juga disebut objek wisata ialah potensi yang
menjadi pendorong kehadiran pelancong ke suatu daerah tujuan wisata
Universitas Sumatera Utara
Page 5
a. Pengusahaan objek serta daya tarik wisata di kelompokkan kedalam:
1. Pengusahaan objek serta daya tarik wisata alam,
2. Pengusahaan objek serta daya tarik wisata budaya,
3. Pengusahaan objek serta daya tarik wisata minat khusus.
Dalam kedudukannya yang sangat menentukan itu maka daya tarik wisata harus
dirancang serta dibangun/dikelola secara profesional sehingga bisa menarik
wisatawan untuk datang untuk datang. membuat suatu objek wisata harus
dirancang sedemikian rupa berdasarkan kriteria tertentu.
b. lazimnya daya tarik suatu objek wisata berdasar pada:
1. Adanya sumber daya yang sanggup menyulut rasa senang, indah,
nyaman serta bersih.
2. Adanya aksesibilitas yg tinggi untuk bisa mengunjunginya.
3. Adanya ciri khusus/spesifikasi yg bersifat langka.
4. Adanya sarana/prasarana penunjang untuk melayani para pengunjung yang
hadir.
5. Objek wisata alam memiliki daya tarik tinggi karena kecemerlangan alam
pegunungan, sungai, pantai, pasir, hutan, serta sebagainya.
6. Objek wisata budaya mendapati daya tarik tinggi sebab mempunyai nilai
khusus di dalam bentuk atraksi kesenian upacara-upacara adat, nilai luhur
yang terkandung didalam suatu objek buah karya manusia pada masa
lampau.
Universitas Sumatera Utara
Page 6
c. Pembangunan suatu objek wisata harus dirancang dengan bersumber pada
potensi daya tarik yg mendapati objek tersebut dengan mengacu pada
kriteria keberhasilan pengembangan yg meliputi bermacam-macam kelayakan.
1. Kelayakan keuangan
Studi kelayakan ini menyangkut perhitungan secara komersial dari
pembangunan objek wisata tersebut. Perkiraan untung-rugi telah harus
diperkirakan dari awal. Berapa tenggang waktu yg diperlukan untuk
kembali modal pun telah kudu diramalkan.
2. Kelayakan Sosial Ekonomi Regional
Studi kelayakan ini dijalankan untuk meninjau apakah investasi yang
ditanamkan untuk membentuk suatu objek wisata juga akan mempunyai
dampak sosial ekonomi secara regional; bisa melahirkan lapangan
kerja/berusaha, bisa menambah penerimaan devisa, dapat
meluaskan penerimaan pada sektor yg lain semacam pajak,
perindustrian, perdagangan, pertanian serta lain-lain. didalam koneksinya
dengan dengan hal ini pertimbangan tak semata-mata komersial saja
tetapi juga memperhatikan dampaknya secara lebih luas. Sebagai contoh,
pembangunan kembali candi Borobudur enggak semata-mata
mempertimbangkan soal pengembalian modal pembangunan candi
melalui uang retribusi masuk candi, melainkan juga memperhatikan
dampak yang ditimbulkannya, semacam layanan transportasi, layanan akomodasi,
jasa restoran, industri kerajinan, pajak serta sebagainya.
Universitas Sumatera Utara
Page 7
3. Kelayakan Teknis
Pembangunan objek wisata perlu bisa dipertanggung jawabkan secara
teknis dengan meninjau daya dukung yg ada. Tidaklah perlu
memaksakan diri untuk membentuk suatu objek wisata bila daya
dukung objek wisata tersebut rendah. Daya tarik suatu objek wisata akan
berkurang maupun bahkan hilang bila objek wisata tersebut membahayakan
keselamatan para wisatawan.
4. Kelayakan Lingkungan
Analisis pengaruh genus bisa dipergunakan sebagai acuan kegiatan
pembangunan suatu objek wisata. Pembangunan objek wisata yang
mengakibatkan rusaknya grup harus dihentikan pembangunannya.
Pembangunan objek wisata bukanlah untuk merusak kasta tetapi
sekedar menggunakan sumber daya alam untuk kebaikan manusia dan
untuk meninggikan kualitas hidup manusia sehingga menjadi
keseimbangan, keselarasan serta keserasian hubungan antar manusia
dengan manusia, manusia dengan kelompok alam serta manusia dengan
Tuhannya.
2. fasilitas Wisata
Prasarana wisata yakni sumber daya alam serta sumber daya buatan manusia yang
mutlak diperlukan oleh pengunjung didalam perjalanannya dikawasan tujuan wisata,
seperti jalan, listrik, air, telekomunikasi, terminal, jembatan, serta lain sebagainya.
Untuk kesiapan objek-objek wisata yang akan dikunjungi oleh pengunjung di daerah
Universitas Sumatera Utara
Page 8
tujuan wisata, pelayanan wisata tersebut wajib dibangun dengan disesuaikan dengan
lokasi serta kondisi objek wisata yg bersangkutan.
Pembangunan layanan wisata yg mempertimbangkan keadaan dan daerah akan
meluaskan aksesibilitas suatu objek wisata yang pada gilirannya akan dapat
memajukan daya tarik objek wisata itu sendiri. Di samping beragam kebutuhan
yang sudah disebutkan di atas, keperluan pengunjung yang lain juga wajib disediakan
di daerah tujuan wisata, kaya bank, apotik, hunian sakit, pom bensin, pusat-pusat
perbelanjaan, barbier, serta sebagainya.
Dalam melaksanakan pembangunan sarana wisata dimanfaatkan koordinasi yang
mantap antara instansi terkait bersama dengan instansi pariwisata di bermacam ragam tingkat.
Dukungan instansi terkait didalam memproduksi pelayanan wisata amat dibutuhkan bagi
pengembangan pariwisata di daerah. Koordinasi di tingkat pelaksanaan merupakan
modal esensial suksesnya pembangunan pariwisata.
Dalam pembangunan pelayanan pariwisata pemerintah lebih dominan karena
pemerintah bisa menggaet faedah ganda dari pembangunan tersebut, seperti
untuk meluaskan arus informasi, arus lalu lintas ekonomi, arus mobilitas manusia
antara daerah, serta sebagainya, yg  tentunya  bisa memajukan kesempatan
berusaha serta bekerja masyarakat.
3. prasarana Wisata
Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata yg dibutuhkan
untuk melayani harapan petandang didalam merasakan perjalanan wisatanya.
Pembangunan layanan wisata disesuaikan dengan keperluan pengunjung baik
Universitas Sumatera Utara
Page 9
kuantitatif atau kualitatif. Lebih dari itu selera pasar pun bisa menentukan
tuntunan fasilitas yang dimaksud. berbagai ragam prasarana wisata yg mesti disediakan
di daerah tujuan wisata yaitu hotel, biro perjalanan, alat transportasi, restoran dan
tempat tinggal makan dan prasarana pendukung lainnya. Tak semua objek wisata membutuhkan
sarana yang sama maupun lengkap. Pengadaan fasilitas wisata tersebut kudu disesuaikan
dengan keinginan wisatawan.
Sarana wisata kuantitatif menampilkan pada jumlah prasarana wisata yg harus
disediakan, serta secara kuantitatif yg menampakkan pada mutu layanan yang
diberikan serta yg tercermin pada kepuasan pengunjung yg mendapatkan pelayanan.
Dalam hubungannya dengan jenis serta mutu layanan sarana wisata di lokasi tujuan
wisata sudah disusun suatu standart wisata yg baku, baik secara nasional serta secara
internasional, sehingga penyedia layanan wisata tinggal memutuskan ataupun menentukan
jenis serta kualitas yg akan disediakannya.
4. Tata Laksana/Infrastruktur
Infrastruktur yakni situasi yang meringankan tugas pelayanan serta fasilitas wisata,
baik yg berupa sistem pengaturan atau desain fisik di atas permukaan tanah
dan di bawah tanah seperti:
a. Sistem pengairan, distribusi air bersih, sistem pembuangan air limbah yang
membantu layanan perhotelan/restoran.
b. Sumber listrik serta energi dan jaringan distribusikannya yang merupakan
bagian vital bagi terselenggaranya penyediaan pelayanan wisata yg memadai.
Universitas Sumatera Utara
Page 10
c. Sistem jalur angkutan serta terminal yang memadai serta lancar akan
memudahkan pelancong untuk mengunjungi objek-objek wisata.
d. Sistem komunikasi yang memudahkan para pelancong untuk mendapatkan
informasi ataupun mengirimkan informasi secara cepat serta tepat.
e. Sistem keamanan maupun pengawasan yang menyodorkan kelegaan di berbagai
sektor bagi para wisatawan. Keamanan diterminal, di perjalanan, serta di objek-
objek wisata, di pusat-pusat perbelanjaan, akan meninggikan daya tarik suatu
objek wisata ataupun daerah tujuan wisata. Di sini wajib ada kerjasama yang
mantap antara petugas keamanan, baik swasta ataupun pemerintah, karena
dengan banyaknya orang di lokasi tujuan wisata serta mobilitas manusia yang
begitu cepat menginginkan sistem keamanan yg ketat dengan para petugas
yang selalu siap setiap saat. Infrastruktur yg memadai serta terlaksana
dengan baik dikawasan tujuan wisata akan menunjang menaikkan fungsi
sarana wisata, sekaligus kontributif masyarakat di dalam menaikkan kualitas
hidupnya.
5. Masyarakat/Lingkungan
Daerah serta tujuan wisata yang mendapati bermacam-macam objek serta daya tarik wisata
akan mengundang kehadiran wisatawan.
a. Masyarakat
Masyarakat di sekitar objek wisatalah yg akan menyambut kehadiran
wisatawan tersebut serta akan menyerahkan sarana yg digunakan oleh
para wisatawan. Untuk ini masyarakat di sekitar objek wisata perlu
Universitas Sumatera Utara
Page 11
memahami beraneka macam jenis serta kualitas pelayanan yg diperlukan oleh
para wisatawan. didalam hal ini pemerintah melalui instansi-instansi terkait
telah menyelenggarakan plural penyuluhan kepada masyarakat. Salah
satunya yakni didalam bentuk bina masyarakat sadar wisata. Dengan
terbinanya masyarakat yang sadar wisata akan berdampak positif karena
mereka akan mendapatkan keuntungan dari para petandang yang
membelanjakan uangnya. Para petandang pun akan untung karena
mendapat layanan yang memadai serta juga memperoleh berbagai
kelegaan didalam memenuhi kebutuhannya.
b. Lingkungan
Di samping masyarakat di sekitar objek wisata, lingkaran alam
di sekitar objek wisata pun harus dipandang dengan seksama supaya tak
rusak serta tercemar. Lalu lalang manusia yg terus melonjak dari tahun
ke tahun bisa menyebabkan rusaknya ekosistem fauna serta flora
di sekitar objek wisata. Oleh karena itu kudu adanya upaya menjaga
kelestarian kasta melalui penegakan bermacam-macam aturan dan
persyaratan didalam pengelolaan suatu objek wisata.
c. Budaya
Lingkungan masyarakat di dalam kasta alam di suatu objek wisata
merupakan level budaya yg menjadi pilar penyangga
kelangsungan hidup suatu masyarakat. Oleh karena itu level budaya
ini pun kelestariannya tidak boleh tercemar oleh budaya asing, tetapi
Universitas Sumatera Utara
Page 12
wajib ditingkatkan kualitasnya sehingga bisa menyodorkan kenangan
yang mengesankan bagi tiap petandang yang berkunjung. Masyarakat
yang mengerti, menghayati, serta mengamalkan sapta pesona wisata
di daerah tujuan wisata jadi harapan semua pihak untuk mendorong
pengembangan pariwisata yang pada akhirnya akan memajukan
pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah sudah menetapkan pengelompokan daerah tujuan wisata (DTW)
ke didalam area tujuan wisata (WTW) dengan maksud untuk menyebarkan
kunjungan pelancong dan pengembangan kepariwisataan di Indonesia.
Adapun pengelompokan serta pembagiannya yakni sebagai berikut:
1. lokasi Tujuan Wisata (WTW) A yang terdiri dari Daerah istimewa Aceh,
Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Riau.
2. daerah Tujuan Wisata (WTW) B yang terdiri dari Sumatera Selatan, Jambi,
Bengkulu.
3. lokasi Tujuan Wisata (WTW) C yang terdiri dari Lampung, DKI Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
4. tempat Tujuan Wisata (WTW) D yang terdiri dari Jawa Timur, Bali,
Nusantara Tenggara Timur.
5. lokasi Tujuan Wisata (WTW) E yang terdiri dari Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.
6. lokasi Tujuan Wisata (WTW) F yg terdiri dari Sulawesi Selatan,
Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara serta Sulawesi Tengah.
Universitas Sumatera Utara
Page 13
7. tempat Tujuan Wisata (WTW) G yg terdiri dari Propinsi Maluku serta Irian
Jaya.
Menurut Samsurijal (1997), fungsi serta masyarakat di dalam pembangunan
kepariwisataan bisa terbina bila masyarakat mengerti kegunaan pariwisata untuk
kepentingan nasional, terlebihnya bagi perbaikan hidup mereka sendiri. apabila
pariwisata bisa memberi kemaslahatan bagi masyarakat luas, dan merata masyarakat
akan meringankan pembangunan kepariwisataan.
Menurut Fandeli (2001), Obyek wisata ialah faktor yg paling menarik
perhatian para pelaku wisata, di dalam hal ini pengunjung, baik itu obyek wisata alam
maupun budaya. Obyek wisata yakni segala sesuatu yg menjadi sasaran
wisata, kaya hutan, sungai, danau, pantai, laut, museum ataupun budaya tradisional
lainnya. Sungai adalah saluran alami yang di dalamnya termuat aliran air yang
bermuara di danau maupun laut. Aliran air pada sungai mempunyai kesuburan yang
diperlukan oleh biota (tumbuhan, hewan atau manusia), sehingga sungai dapat
menjadi sumber kehidupan. Oleh karena itu, sungai amat potensial jadi daya
tarik wisata, khususnya wisata sungai. Wisata sungai ialah acara wisata yang
obyek serta daya tariknya bersumber dari potensi sungai. Sungai bisa jadi obyek
wisata petualangan, diantaranya keaktifan wisata arung jeram. Arung jeram ialah
jenis aktivitas di alam bebas dengan memakai perahu karet serta dayung yang
dibuat pada sungai berarus deras, bergelombang, berbatu serta berjeram. Dari
pengertian tersebut bisa dipahami, bahwa tidak setiap sungai bisa dipilih sebagai
arena aktivitas arung jeram.
Universitas Sumatera Utara
Page 14
Di didalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 mengenai Kepariwisataan,
menyatakan bahwa:
1. Wisata adalah keaktifan perjalanan maupun sejumlah dari acara tersebut
ditunaikan secara sukarela bersifat beberapa saat untuk merasakan objek serta daya
tarik wisata.
2. pengunjung yaitu orang yang merasakan acara wisata.
3. Pariwisata yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk
pengusaha objek serta daya tarik wisata dan usaha-usaha yg terkait
di bidang tersebut.
4. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
penyelenggaraan pariwisata.
2.5. penghasilan Asli Daerah
Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 terhadap Pemerintah Daerah,
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari:
a. Pajak Daerah,
b. Retribusi Daerah,
c. Laba dari Badan Usaha punya Daerah (BUMD),
d. gaji lain yang sah.
2.5.1. Pajak Daerah
Pajak daerah yaitu iuran wajib yang digarap oleh orang pribadi ataupun badan
kepada daerah tanpa memperoleh imbalan langsung yang seimbang, yang bisa
Universitas Sumatera Utara
Page 15
dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang
digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintah Daerah serta pembangunan
daerah.
Menurut Undang-Undang No. 34 Tahun 1999, obyek pajak daerah untuk
daerah provinsi meliputi: pajak kendaraan bermotor serta kendaraan di atas air, bea
balik sebutan kendaraan bermotor serta kendaraan di atas air, pajak bahan bakar
kendaraan bermotor, serta pajak pengambilan serta pemanfaatan air bawah tanah serta air
permukaan. Sedangkan pajak daerah untuk daerah kabupaten/kotamadya meliputi:
pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan,
pajak penggalian bahan galian lingkaran C, serta pajak parkir. Ketentuan dasar
pengenaan tarif pajak daerah baik untuk daerah provinsi atau daerah
kabupaten/kotamadya.
2.5.2. Retribusi Daerah
Retribusi daerah adalah kemampuan daerah sebagai pembayaran atas layanan atau
pemberian izin tertentu yg khusus disediakan serta maupun diutarakan oleh Pemerintah
Daerah untuk kepentingan orang pribadi maupun badan. Retribusi daerah diklasifikasikan
menjadi tiga kalangan yaitu: retribusi jasa biasa, retribusi jasa usaha, serta retribusi
perizinan tertentu.
Dasar penetapan tarif pemungutan retribusi oleh Pemerintah Daerah untuk
retribusi layanan lazim, retribusi layanan usaha, serta retribusi perizinan tertentu berbeda.
Retribusi layanan lazim didasarkan pada kebijakan daerah dengan mempertimbangkan
budget penyediaan layanan yang bersangkutan, kemampuan masyarakat serta aspek
Universitas Sumatera Utara
Page 16
keadilan. Retribusi layanan usaha didasarkan pada tujuan untuk mendapatkan keuntungan
yang layak, sedangkan retribusi perizinan tertentu berdasarkan pada bulan untuk
menutup sejumlah ataupun seluruh cost penyelenggaraan pemberian izin yang
bersangkutan.
2.6. Pengembangan Pariwisata di dalam acara Pembangunan Jangka
Panjang Menengah Daerah Kabupaten Langkat 2006-2010
Sesuai dengan visi-misi, tujuan serta sasaran Kabupaten Langkat, maka
ditetapkan arah kebijakan di bidang pariwisata Kabupaten Langkat sebagai berikut:
1. Menggali serta mengembangkan potensi pariwisata khususnya di daerah
dengan penekanan pada perkembangan pelayanan serta fasilitas pariwisata.
2. Pemasaran industri pariwisata dengan penekanan pada keterpaduaan antar
produk serta pasar pariwisata, termasuk pengembangan sistem informasi
jaringan pariwisata antardaerah didalam rangka menunjang penguatan dan
pengembangan promosi pariwisata terpadu ke pasar global.
3. Menggali, memelihara, mengembangkan dan melestarikan nilai budaya
daerah yg berakar pada nilai tradisional dan sejarah serta situs sejarah.
Serta program untuk meluaskan kualitas serta kwantitas prasarana dan
prasarana kepariwisataan untuk menunjang kunjungan pariwisata daerah Pangkalan
Susu, Basilam, Bahorok, serta Karang Gading dan objek wisata lainnya.
Universitas Sumatera Utara
Page 17
Program ini didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. pertambahan daerah tujuan wisata Pangkalan Susu, Basilam, Bahorok,
Karang Gading dan menggali pengembangan objek wisata lainnya.
2. perkembangan fungsi kebudayaan daerah.
Rencana tata ruang tempat yg disoroti dari arah pengembangan pariwisata
untuk menggunakan potensi pariwisata Kabupaten Langkat demi mendukung
pertambahan perekonomian daerah dengan tetap, mengawasi kelestarian lingkungan,
maka dilangsungkan strategi pengembangan pariwisata sebagai berikut:
1. Pengembangan kepariwisataan secara menyeluruh serta terpadu baik obyek
wisata sejarah, budaya, alam, serta bahari.
2. Pengembangan kepariwisataan beroreintasi kepada pembangunan
berkelanjutan serta berwawasan lingkungan, ialah dengan cara
pengembangan kawasan wisata Bahorok, Tangkahan serta Pulau Sembilan
dengan pengembangan ekowisata serta kemajuan kualitas obyek wisata.
Dalam rangka memberhasilkan peran pokok serta fungsi di atas kantor
kebudayaan serta pariwisata Kabupaten Langkat sudah menetapkan visi yaitu:
Terwujudnya kebudayaan serta pariwisata yg maju serta berwawasan lingkungan
melalui misi:
1. merealisasikan aparatur yg profesional.
2. mendatangkan pembinaan kebudayaan, pengembangan/promosi dan
pembangunan di bidang kepariwisataan.
Universitas Sumatera Utara
Page 18
3. merealisasikan pelestarian nilai-nilai tradisi budaya serta peninggalan
sejarah.
2.7. Penelitian Terdahulu
Sembiring (1999) di dalam penelitiannya yg berjudul Pengembangan
Pariwisata serta Pengaruhnya berkenaan Perkembangan Kota Brastagi serta Sekitarnya.
Prediksi berdasarkan modal analisa regresi berganda, diperoleh bahwa penyerapan
tenaga kerja di bidang pariwisata dipengaruhi oleh variabel bebas yg diperingkatkan
yaitu jumlah wisatawan, jumlah area tidur hotel, jumlah prasarana transportasi dan
jumlah layanan pariwisata. Hasilnya bahwa perkembangan pariwisata secara positif
menaikkan penghasilan masyarakat di Kota Brastagi serta sekitarnya.
Kemudian pada penelitian Wati yakni Pengaruh Produk serta Promosi Wisata
terhadap Kunjungan pelancong dan PAD Bidang Kepariwisataan di Kota Bandar
Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mengerti pengaruh dari; Produk dan
Promosi Wisata Kota Bandar Lampung berkenaan kunjungan pelancong di Kota
Bandar Lampung, Jumlah kunjungan petandang Kota Bandar Lampung terhadap
PAD bidang kepariwisataan di Kota Bandar Lampung, Besaran pengaruh produk dan
promosi wisata Kota Bandar Lampung berkenaan kunjungan petandang dan PAD
bidang kepariwisata di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian ini yaitu; Secara
statistik PAD sektor pariwisata di Kota Bandar Lampung secara gak langsung
dipengaruhi oleh variabel bebas jumlah kunjungan pelancong pada tingkat sensibel
What do you like the least?
https://objektempatwisatayangbagus.blogspot.com
https://pilihapartemenbandungsewaharian.blogspot.com
https://spesifikasikamerakeren.blogspot.com
https://tipspengobatanbaubadan.blogspot.com
https://liriklagubandterbaru.blogspot.com
https://kuncicaramenjadipengusahasukses.blogspot.com
https://maskerpenghilangflekhitam.blogspot.com
https://zonaresepmasakanpraktis.blogspot.com
https://gudangkecilmultifungsi.blogspot.com
https://spesifikasikamerakeren.blogspot.com
https://htmltoxmlparserfor.blogspot.com
https://cirijenistanamanobatmanfaatkhasiat.blogspot.com
https://caramerawatrambutampuh.blogspot.com
https://bloggerkan.blogspot.com/2020/04/play-free-bitcoin-faucet-here.html
https://caramudahmembuatmasker.blogspot.com/
https://kisahsiabunawasonline.blogspot.com/
https://spesifikasikamerakeren.blogspot.com/
https://tipspengobatanbaubadan.blogspot.com/
https://maskerpenghilangbekasjerawat.blogspot.com/
https://www.transkerja.com/2019/10/jasa-cuci-sofa-tangerang.html
https://obatalamiuntukjerawatbatu.blogspot.com/
https://caramenghilangkanflekhitamdengan.blogspot.com/2020/05/cara-menghilangkan-flek-hitam-membandel.html
https://caramenghilangkanflekhitamdengan.blogspot.com/2020/05/praktis-dan-alami-begini-cara-menghilangkan-flek-hitam.html
https://daftarhotelterbaik.blogspot.com/2020/02/daftar-hotel-di-puncak.html
https://daftarhotelterbaik.blogspot.com/2020/02/daftar-hotel-di-bekasi.html
https://daftarhotelterbaik.blogspot.com/2020/02/daftar-hotel-di-batu-malang.html
https://daftarhotelterbaik.blogspot.com/2020/02/daftar-hotel-di-bandung.html
If you would like to be contacted please provide e-mail: No